SEORANG PEJABAT DI PADANG PARIAMAN DITANGKAP DIDUGA MILIKI SABU

2016-05-27 12:25:02     -     Afnilmahfuzi   |     View : 434
  No Image

Padangpariaman, (AntaraSumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Padangpariaman, Sumatera Barat, berhasil menangkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial R (52) atas dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu. Kapolres Padangpariaman, AKBP Roedy Yoelianto, di Padangpariaman, Kamis, membenarkan bahwa R merupakan ASN yang bertugas pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Diskoperindag ESDM) setempat yang ditangkap pada Rabu (6/4) sekitar pukul 20.30 WIB di tepi jalan Raya Korong Toboh Olo, Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padangpariaman.
"Memang benar kami telah menangkap seorang oknum ASN. Ia merupakan kepala Bidang di Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Padangpariaman dengan barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak satu paket kecil," jelasnya.
Informasi awal diperoleh pihak kepolisian dari masyarakat yang menyebutkan sebuah mobil minibus dari arah Kota Padang sedang menuju Pariaman dengan dugaan membawa narkotika. Setelah menerima informasi tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak dan mencegat pemilik mobil yang diketahui oknum ASN tersebut.


Setelah dilakukan pengeledahan, pihak kepolisian berhasil menemukan barang haram tersebut yang disimpan pelaku di bagian saku kanan kemeja pendek yang digunakannya.


"Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengaku telah mengonsumsi barang haram tersebut selama kurang lebih tiga tahun terakhir," katanya.
Kapolres megatakan penangkapan narkoba tersebut merupakan rangkaian operasi Bersih Narkoba (Bersinar) yang diinstruksikan oleh Presiden kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memerangi dan memberantas narkoba secara bersama.
"Kami sangat khawatir dengan perkembangan narkoba di Indonesia yang sudah tidak pandang bulu, baik itu dari kalangan biasa maupun para Aparatur Sipil Negara yang seharusnya menjadi contoh bagi semua pihak," katanya menambahkan.
Atas perbuatanya, tersangka akan diancam dengan pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Padangpariaman, Hendra Aswara mengatakan, sebelumnya Bupati telah mengingatkan kepada para ASN agar tidak terlibat kasus narkoba.
"Sesuai penyampaian Bupati bagi ASN yang terbukti tersandung kasus narkoba maka sanksi berat akan menanti dan mengarah kepada pemecatan," ujarnya.


Hal itu ditujukan agar semua pihak mengetahui bahwa dalam pemberantasan narkoba tidak bisa pandang bulu, karena Indonesia dalam situasi darurat narkoba

Sumber : Antara Sumbar




© 2016 Website JDIH
Provinsi Sumatera Barat. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum
Konsultan IT - Team eGovernment Provinsi Sumatera Barat